Recent comments

PASANG IKLAN DI SINI      HUBUNGI REDAKSI BANDUNGASIEK.COM

Breaking News

Ekspor - Impor Jabar Sepanjang 2025 Tumbuh Positif

    Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan, kinerja ekspor Jawa Barat di akhir tahun 2025 cukup menggembirakan dengan nilai mencapai USD 38,72 milyar, naik 2,30 persen secara month to month dibandingkan November 2025.

Tak hanya itu secara year on year pun ekspor Jawa Barat Desember 2025 naik 4,08 persen dibandingkan Desember 2024. Bahkan secara kumulatif Januari-Desember 2025 naik 2,24 persen dibanding Januari-Desember 2024.

“Kontribusi ekspor Jawa Barat sepanjang 2025 masih didominasi sektor industri yang mencapai 98.70 persen, diikuti sektor migas 0,70 persen, sektor pertanian 0,59 persen, dan sektor tambang 0,01 persen," ujar Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Jabar Ninik Anisah dikantornya, Senin (2/2/2026).

Menurut golongan barang nilai ekspor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 yaitu kendaraan dan bagiannya senilai USD 8,50 milyar, mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 6,24 milyar, dan mesin dan peralatan mekanis senilai USD 3,24 milyar.

Sedangkan menurut negara tujuan ekspor, Amerika Serikat masih yang terbesar dengan nilai mencapai USD 6,35 milyar, diikuti Filipina senilai USD 3,53 milyar, dan Jepang senilai USD 2,84 milyar.

Impor Jawa Barat Desember 2025 mencapai nilai USD 1,08 milyar atau naik 26,57 persen secara month to month dibandingkan November 2025. Namun secara year on year impor mengalami penurunan sebesar 7.64 persen dibandingkan Desember 2024, dan secara kumulatif Januari-Desember 2025 mengalami penurunan 8,87 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.

“Struktur penggunaan impor sepanjang 2025 didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 81,34 persen, barang modal sebesar 10,50 persen, dan barang konsumsi sebesar 8,16 persen.”, rinci Ninik.

Menurut golongan barang, nilai impor terbesar sepanjang Januari-Desember 2025 yaitu mesin dan perlengkapan elektrik senilai USD 1,61 milyar, mesin dan peralatan mekanis senilai USD 0,99 milyar, plastik dan barang dari plastik senilai USD 0,92 milyar.

Sedangkan menurut negara, impor terbesar ke Tiongkok senilai USD 4,07 milyar, Jepang senilai USD 1,39 milyar, dan Korea Selatan senilai USD 1,35 milyar.

“Selama periode Januari-Desember 2025 neraca perdagangan Jawa Barat mengalami surplus USD 26,81 milyar, dengan nilai ekspor mencapai total USD 38,72 milyar dan impor senilai USD 11,91 milyar," jelas Ninik.

Jawa Barat mengalami surplus dengan Amerika Serika, Filipina, Thailand dan Vietnam. Sedangkan yang mengalami defisit yaitu dengan Taiwan dan Tiongkok.(h.jbr)

Tidak ada komentar