Recent comments

PASANG IKLAN DI SINI      HUBUNGI REDAKSI BANDUNGASIEK.COM

Breaking News

Pemkab Bekasi Gelar Rakor Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bersama BNPB

    Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar rapat koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), perangkat daerah terkait, serta para camat.

Rapat dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, dan berlangsung di Ruang Rapat KH Raden Mamun Nawawi, Gedung Bupati Bekasi, Rabu (4/2/2026).

Plt Bupati Bekasi menjelaskan, banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi secara terus-menerus, ditambah kiriman debit air besar dari wilayah hulu yang masuk secara bersamaan hingga ke wilayah hilir.

Ia menyebutkan, wilayah hilir seperti Muaragembong mengalami banjir karena air tidak lagi tertampung, sehingga menyebabkan tanggul jebol. Secara historis, Kabupaten Bekasi memang memiliki tingkat kerawanan banjir yang tinggi, namun kondisi tersebut diperparah oleh perubahan tata guna lahan dan bertambahnya kawasan permukiman.

‎“Kalau melihat sejarahnya, Kabupaten Bekasi memang sudah lama mengalami banjir. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita melakukan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan," kata Asep Surya Atmaja.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi per 3 Februari 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 23.687 kepala keluarga terdampak banjir, dengan 755 kepala keluarga mengungsi. Bencana tersebut tersebar di 28 desa dan 9 kecamatan. Saat ini, kondisi berangsur membaik dengan wilayah terdampak tersisa di lima kecamatan, dan sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Asep Surya Atmaja menegaskan, rapat koordinasi difokuskan pada percepatan penanganan tanggul jebol dan tanggul kritis, penetapan titik prioritas, kejelasan pembagian kewenangan, serta sinkronisasi antara penanganan darurat dan rencana penanganan permanen.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyampaikan bahwa dalam satu bulan terakhir Kabupaten Bekasi menghadapi bencana hidrometeorologi yang kompleks, meliputi banjir, longsor, dan angin kencang.

Ia mencatat, pada pertengahan Januari terdapat 17 kecamatan terdampak banjir. Per 3 Februari, jumlah tersebut berkurang menjadi lima kecamatan terdampak banjir dan tiga kecamatan terdampak longsor, yakni Bojongmangu, Serang Baru, dan Tambun Utara, dengan total 112 titik kejadian.

Banjir juga berdampak pada sektor pertanian dengan luas lahan terdampak mencapai 6.487 hektare, yang sebagian besar mengalami gagal tanam. Wilayah hilir seperti Muaragembong, Babelan, Tarumajaya, Pebayuran, dan Cabangbungin menjadi perhatian utama karena menerima kiriman air dari sejumlah sungai dan dipengaruhi pasang laut.

BPBD menyatakan penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat darurat melalui pemasangan geobag, sambil menunggu kondisi cuaca dan tinggi muka air memungkinkan dilakukannya perbaikan permanen.(h.jbr)

Tidak ada komentar