Pemudik dari Kota Bandung: Berburu Tiket hingga Pastikan Rumah Aman
Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, suasana di Stasiun Bandung masih dipadati warga yang bersiap melakukan perjalanan mudik, Jumat 20 Maret 2026.
Beragam cerita dan persiapan pun diungkapkan para pemudik, mulai dari perjuangan mendapatkan tiket hingga memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan.
Salah satu warga, Wawa mengaku telah mempersiapkan mudik ke Bojonegoro sejak jauh-jauh hari. Ia menyebut, tantangan terbesar justru saat berburu tiket perjalanan.
“Yang pasti nyiapin tiket, karena war tiket sebelum hari ini susah banget. Sekitar satu bulan kita harus war tiket,” ujar Wawa di Stasiun Bandung.
Selain tiket, Wawa juga menyiapkan oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.
“Terpenting matiin listrik, terus gas juga harus dicabut. Itu wajib banget,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan Willy, pemudik tujuan Gombong. Ia mengaku sudah bersiap sejak sebulan sebelumnya demi memastikan perjalanan mudiknya lancar.
“Persiapan tiket dari sebulan. Di rumah juga listrik sama gas dimatiin, pokoknya yang penting keamanan,” ujar Willy yang berencana mudik selama satu minggu.
Sementara itu, Hendra Firdaus yang akan mudik ke Banjar juga melakukan langkah serupa. Ia memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum berangkat.
“Listrik dimatiin, kompor dicabut, AC dimatiin. Yang hidup cuma kulkas saja,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan telah memesan tiket sejak jauh hari, bahkan memilih jadwal keberangkatan H-1 agar tetap mendapatkan kursi.
Tak hanya di stasiun, suasana Lebaran juga terasa di kawasan Jalan Asia Afrika dan Alun-alun Bandung. Seorang warga, Adit, mengaku datang dari Kediri untuk berkumpul bersama keluarga di Bandung.
“Memang mudiknya ke Bandung, karena keluarga yang paling tua ada di sini, jadi kumpul-kumpul,” ujarnya.
Adit pun menyampaikan harapannya di momen Lebaran tahun ini.
“Selamat merayakan lebaran untuk semua umat Islam di Indonesia, semoga kita dipertemukan lagi di Lebaran tahun depan,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kesiapan pelayanan bagi para pemudik, khususnya di titik-titik strategis seperti Stasiun Bandung. Camat Cicendo, Siti Romlah mengaku telah menyiapkan pos pengamanan dan kesehatan.
“Pos keamanan di stasiun ini sangat diperhatikan, karena menjadi pintu masuk dan keluar masyarakat. Setiap hari ada 15 personel dari Polsek yang dibagi dalam tiga shift,” jelasnya.
Selain itu, tersedia juga layanan kesehatan yang melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan dan PMI untuk mengantisipasi kebutuhan darurat para pemudik.
“Di dalam juga ada pos kesehatan, jadi kalau ada warga yang membutuhkan bisa langsung diperiksa,” tambahnya.
Siti Romlah pun mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi rumah sebelum mudik, serta melapor kepada lingkungan sekitar.
“Tolong diperiksa rumahnya, gas dilepas, listrik dan air dicek. Jangan lupa lapor ke RT/RW dan tetangga, agar bisa saling menjaga,” pesannya.(dskoinf.bdg)

Tidak ada komentar