Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, Data Akurat Penting untuk Menekan Kesalahan Pendataan Desil
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, S.E., mengatakan data yang akurat menjadi kunci agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut ia ungkap saat bincang radio PRFM program OPSI Obrolan Plus Solusi, Senin, 2 November 2026.
“Evaluasi dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi hal penting untuk meminimalkan kesalahan pendataan, baik masyarakat yang seharusnya menerima bantuan tetapi tidak terdata maupun mereka yang tercatat sebagai penerima padahal tidak lagi memenuhi kriteria,” ujar Aswan.
Melalui podcast DPRD Kota Bandung, pembahasan mengenai tantangan akurasi data desil, upaya perbaikan data, serta pentingnya kolaborasi seluruh pihak dinilai penting untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Aswan menjelaskan, data yang akurat bukan hanya terkait angka, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pemutakhiran data secara berkala, verifikasi langsung ke lapangan, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelurahan, dan kewilayahan hingga tingkat RT/RW. Masyarakat juga perlu diberikan akses yang mudah untuk melaporkan ketidaksesuaian data dan mengajukan perbaikan melalui mekanisme resmi.
Selain itu, transparansi dan pengawasan dalam proses pendataan perlu diperkuat agar perubahan status desil benar-benar didasarkan pada kondisi sosial ekonomi masyarakat, bukan sekadar data administratif.
Penanganan kemiskinan pun tidak cukup hanya melalui bantuan sosial. Diperlukan pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan perluasan akses terhadap lapangan kerja agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.
"Data harus terus diperbaiki, penyaluran bantuan harus diawasi, dan kebijakan harus berpihak kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, karena tujuan akhirnya bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung," tutur Aswan.(hmspro)

Tidak ada komentar