Perkuat Layanan PAUD, Bunda PAUD Papua Barat Daya Studi Tiru ke Jawa Barat
Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD), Bunda PAUD Provinsi Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu bersama tim melakukan studi tiru ke Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Galunggung, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (2/11/2026).
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi serta pertukaran informasi dan praktik baik dalam pengembangan layanan PAUD. Khususnya terkait perluasan akses, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi lintas sektor.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar yang juga menjabat Ketua Harian Pokja Bunda PAUD Jabar, Deden Saepul Hidayat menyampaikan, salah satu fokus penguatan peran Bunda PAUD adalah mendorong peningkatan angka partisipasi kasar (APK) PAUD. Terlebih, kebijakan wajib belajar 13 tahun menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dalam pembangunan pendidikan.
"Jawa Barat memiliki potensi layanan PAUD yang sangat besar. Namun, jumlah satuan PAUD yang tercatat dalam sistem pendataan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan," ungkap Sekdisdik.
Hal tersebut disebabkan masih banyak layanan PAUD yang dikelola masyarakat maupun lembaga berbasis keagamaan, tetapi belum memiliki legalitas kelembagaan dan izin operasional. Akibatnya, layanan tersebut belum dapat tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) maupun Education Management Information System (EMIS).
"PAUD di Jawa Barat sebenarnya banyak sekali. Namun, ketika berbicara data, jumlahnya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk terus mendorong legalitas dan pendataan satuan PAUD," terangnya.
Sekdisdik menjelaskan, berdasarkan data yang tercatat, Jawa Barat memiliki sekitar 28 ribu satuan PAUD dengan jumlah peserta didik hampir satu juta orang. Untuk mengatasi persoalan pendataan, salah satu inovasi yang dikembangkan adalah program PAUD gendong. Yakni, satuan PAUD yang telah memiliki izin operasional menaungi PAUD yang belum berizin agar peserta didiknya tetap dapat terdata.
Perkuat Peran Bunda PAUD
Sekdisdik menambahkan, terdapat tiga fokus utama yang perlu diperkuat melalui Pokja Bunda PAUD. Yakni perluasan akses layanan PAUD, peningkatan mutu pendidikan, dan penguatan tata kelola.
"Perluasan akses dilakukan melalui berbagai strategi, di antaranya pengembangan layanan PAUD-SD satu atap, pembangunan ruang kelas baru, serta penambahan satuan pendidikan. Sedangkan peningkatan mutu diarahkan pada penguatan akreditasi dan kualitas pembelajaran," tuturnya.
Adapun penguatan tata kelola mencakup penyusunan kebijakan dan regulasi, penguatan kelembagaan, koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas, serta dukungan anggaran dan program.
Sekdisdik juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan agar gerakan peningkatan APK PAUD dapat berjalan optimal.
Libatkan Berbagai Unsur
Sementara itu, Bunda PAUD Jabar, Siska Gerfianti menjelaskan, Pokja Bunda PAUD Jawa Barat melibatkan berbagai unsur, mulai dari akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah hingga media.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui empat bidang, yaitu bidang kemitraan, perencanaan dan pengembangan program, sosialisasi dan advokasi, serta monitoring dan evaluasi.
"Keterlibatan berbagai komunitas dan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini ini menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan program Bunda PAUD," ungkapnya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyosialisasikan berbagai kecakapan hidup (life skills) sederhana kepada anak. Seperti membiasakan mencuci tangan, mengantre, toleransi, menyayangi teman, serta mencegah perilaku perundungan.
Penyebarluasan informasi juga memanfaatkan jejaring organisasi dan teknologi digital agar pesan-pesan edukatif dapat menjangkau satuan PAUD hingga tingkat desa.
"Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur harus dilibatkan agar berbagai program Bunda PAUD bisa menjangkau lebih banyak anak dan memberikan dampak nyata," tuturnya.
Pelajari Praktik Baik
Bunda PAUD Papua Barat Daya, Orpa Susana Kambu pun menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh Bunda PAUD Jawa Barat.
Ia mengungkapkan, sebagai provinsi yang relatif baru, Papua Barat Daya masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pemerataan layanan PAUD. Kondisi geografis kepulauan dan keterbatasan akses di sejumlah wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas.
Melalui studi tiru ini, pihaknya ingin mempelajari berbagai inovasi dan strategi yang telah dikembangkan Jawa Barat, terutama dalam perluasan akses PAUD, penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data.
Ia berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi praktik baik, penyusunan rekomendasi program hingga pengembangan kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
"Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Provinsi Papua Barat Daya dan Jawa Barat dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya.(h.dsdik.jbr)

Tidak ada komentar